PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Uang yang dikeluarkan untuk melakukan
proses produksi-distribusi dan merupakan pengorbanan serta mengurangi profit
perusahaan. Untuk
itu perlu dilakukannya pengembangan sistem
informasi dan pembuatan suatu analisa biaya dan
manfaat. Biaya
produksi merupakan salah satu bagian dari langkah-langkah intern yang dilakukan
perusahaan dalam usaha meningkatkan efisiensi. Pengendalian biaya terutama
harus diselaraskan terhadap tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan, salah
satu tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan adalah memperoleh laba yang
maksimal dengan mengeluarkan biaya yang serendah-rendahnya, oleh karena itu
dengan mengendalikan biaya produksi perusahaan berharap akan mendapatkan laba
yang besar (Santoso, 2015).
Analisis
manfaat dan biaya digunakan untuk mengevaluasi penggunaan sumber-sumber ekonomi
agar sumber yang langka tersebut dapat digunakan secara efisien. Pemerintah
mempunyai banyak program atau proyek yang harus dilaksanakan sedangkan biaya
yang tersedia sangat terbatas. Dengan analisis ini pemerintah menjamin
penggunaan sumber-sumber ekonomi yang efisien dengan memilih program-program
yang memenuhi kriteria efisiensi (Amelia, 2013)
Pengembangan
suatu sistem informasi merupakan suatu investasi seperti halnya investasi
proyek lainnya. Investasi berarti dikeluarkannya sumber-sumber daya untuk
mendapatkan manfaat dimasa mendatang. Investasi untuk mengembangkan sistem
informasi juga membutuhkan sumber-sumber daya. Sebagai hasilnya, sistem
informasi akan memberikan manfaat-manfaat yang dapat berupa
penghematan-penghematan atau manfaat-manfaat yang baru. Jika manfaat yang
diharapkan lebih kecil dari sumber-sumber daya yang dikeluarkan, maka sistem
informasi ini dikatakan tidak bernilai atau tidak layak (Darmawan, 2015)
Oleh karena itu, sebelum sistem informasi
dikembangkan, maka perlu dihitung kelayakan ekonomisnya. Teknik untuk menilai
ini disebut dengan analisis biaya dan manfaat (cost/benefit analysis).
Analisis biaya dan mafaat disebut juga dengan analisis biaya/efektivitas (cost/
effectivenss analysis). Keuntungan dari pengembangan sistem informasi tidak
semuanya mudah diukur secara langsung dengan nilai uang, seperti misalnya
keuntungan pelayanan kepada langganan yang lebih baik. Keuntungan yang sulit
diukur langsung dengan nilai uang ini selanjutnya jika ingin ditentukan dalam
bentuk nilai uang, maka dapat menaksir efektivitasnya (Setia, 2010).
Biaya
produksi adalah sejumlah pengorbanan ekonomis yang harus dikorbankan untuk
memproduksi suatu barang. Biaya produksi juga merupakan biaya yang digunakan
dalam mengubah bahan baku menjadi barang jadi. Biaya produksi ini biasanya
terdiri dari tiga unsur yaitu bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan
overhead pabrik. Dimana bahan baku langsung adalah semua bahan baku yang
membentuk bagian integral dan produk jadi dan dimasukkan secara ekspilit dalam
perhitungan biaya produk. Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang
melakukan konversi bahan baku langsung menjadi produk jadi dan dapat dibebankan
secara layak ke produk tertentu, sedangkan overhead pabrik merupakan semua
biaya manufaktur yang tidak ditelusuri secara langsung ke output tertentu.
Biaya produksi ini juga merupakan unsur penting dalam perhitungan harga pokok
produksi. Harga pokok produksi yang dihasilkan ini bertujuan untuk menetapkan
besarnya laba yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode akuntansi
(Christy, 2013)
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari analisis biaya?
2. Bagaimana pengaruh peranan analisis biaya bagi
suatu industri?
3. Apa saja komponen-komponen biaya yang perlu
diperhatikan dalam suatu industri?
4.
Bagaimana contoh studi kasus analisis biaya pada suatu
industri?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari analisis
biaya.
2. Untuk mengetahui pengaruh peranan analisis
biaya bagi suatu industri.
3. Untuk mengetahui komponen-komponen biaya yang
perlu diperhatikan dalam suatu industri.
4. Untuk mengetahui contoh studi kasus yang
terdapat pada suatu industri.
BAB
II
ISI
2.1
Pengertian Analisis Biaya
Kelayakan
adalah suatu peluang usaha baru atau modifikasi usaha untuk menjamin agar
pengeluaran modal mencapai tujuan yang diharapkan, atau dengan kata lain suatu
penelitian tentang layak atau tidaknya suatu proyek bisnis yang biasanya
merupakan proyek investasi itu dilaksanakan. Maksud layak atau tidak layak
disini adalah prakiraan bahwa bisnis akan dapat atau tidak mendapatkan
keuntungan yang layak bila telah dioperasikan. Analisa yang dilakukan dalam
studi bisnis mencakup banyak faktor yang dikerjakan secara menyeluruh, meliputi
aspekaspek teknis dan teknologi (Render dan Heizer, 2001).
Analsis Biaya
adalah suatu analisa yang menggambarkan bagaimana perubahan biaya variabel,
biaya tetap, harga jual, volume penjualan dan bauran penjualan akan
mempengaruhi laba perusahaan. Analisis ini merupakan instrumen yang lazim
dipakai untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi manajemen untuk
pengambilan keputusan, misal dalam menetapkan harga jual produk dan proses
informasi biaya yang akan direncanakan. Break Even point dan analisa hubungan
biaya-volume-laba merupakan teknik perecanaan laba dalam jangka pendek dengan
mendasarkan analisanya pada variabilitas penghasilan penjualan maupun biaya
terhadap volume kegiatan sehingga teknik-teknik tersebut akan dapat digunakan
dengan baik sebagai alat perencanaan laba dalam jangka pendek (Sofjan Assauri, 2008).
2.2 Peran
Analisis Biaya Bagi Industri
2.2.1
Untuk Mengendalikan Biaya
Pengendalian merupakan upaya memelihara ketentuan- ketentuan
yang telah ditetapkan agar tidak terjadi penyimpangan dalam operasional.
2.2.2 Untuk Menentukan
Keputusan Strategi Harga
Menurut Sumolong dkk (2010) menyatakan bahwa
ada dua faktor utama yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan harga, yakni
faktor internal perusahaan dan faktor lingkungan eksternal. Faktor internal
perusahaan mencakup tujuan pemasaran perusahaan, strategi bauran pemasaran,
biaya dan organisasi. Sedangkan faktor lingkungan eksternal meliputi sifat
pasar dan permintaan, persaingan, dan unsur-unsur lingkungan lainnya.
2.2.3 Untuk Merencanakan Laba
Menurut Anggriani (2013) menyatakan bahwa
Perencanaan merupakan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang di
inginkan. Pada dasarnya perencanaan itu merupakan
fungsi manajemen yang berhubungan dengan pemilihan berbagai alternatif tindakan
dan perumusan kebijakan. Suatu perencanaan
bisa terealisir apabila manajemen berhasil dalam
menjalankan perusahaan yang diukur dengan besarnya laba
(profitability).
Perencanaan laba (profit planning) sering
disebut budget perencanaan (planning budget) atau rencana operasi (plan
operation) adalah rencana dari manajemen yang meliputi seluruh tahap dari
operasi di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan perusahaan dibagi ke
dalam dua jenis rencana yaitu rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan laba adalah rencana
kerja yang telah diperhitungkan dengan cermat dan digambarkan secara
kuantitatif dalam bentuk laporan keuangan untuk jangka pendek dan jangka
panjang.
2.2.4 Untuk Menghitung Laba/Rugi
Dalam pengertian L aba/Rugi adalah selisih
jumlah antara jumlah penerimaan dengan jumlah biaya produksi.
2.3
Komponen Analisis Ekonomi
Teknik untuk
menilai kelayakan ekonomis disebut dengan analisis biaya manfaat (Cost benefit analysis). Menurut Sueirno
dan Johanes (2003), untuk melakukan Analisis biaya manfaat diperlukan dua
komponen yaitu komponen biaya dan komponen manfaat.
2.3.1 Komponen Biaya
Biaya yang
berhubungan dengan pengembangan sistem informasi dapat diklasifikasikan ke
dalam 4 katagori utama, yaitu :
a.
Biaya
pengadaan (procurement cost)
Adalah semua
biaya yang terjadi sehubungan dengan memperoleh perangkat keras.yang temasuk
biaya pengadaan diantaranya adalah :
1. Biaya konsultasi pengadaan
perangkat keras
2. Biaya pembelian atau sewa beli
(leasing) perangkat keras
3. Biaya instalasi perangkat keras
4. Biaya ruangan untuk perangkat
keras (perbaikan ruangan, pemasangan AC)
5. Biaya modal untuk pengadaan
perangkat keras
6. Biaya yang berhubungan dengan
manajemen dan satff untuk pengadaaperangkat keras
b.
Biaya persiapan operasi (start-up cost)
Adalah semua
biaya untuk membuat sistem siap untuk dioperasikan.yang termasuk biaya
persiapan diantaranya adalah :
1. Biaya pembelian perangkat lunak
sistem
2. Biaya instalasi peralatan
komunikasi (misal sambungan telpon)
3. Biaya persiapan personil
4. Biaya reorganisasi
5. Baiaya manajemen staff yang
dibutuhkan dalam kegiatan persiapan operasi.
c.
Biaya proyek (project-related cost)
Adalah semua
biaya untuk mengembangkan sistem termasuk penerapannya.yang termasuk biaya
proyek diantaranya :
1. Biaya dalam tahap analisis
sistem
2. Biaya dalam tahap disain sistem
3. Biaya dalam tahap penerapan
sistem
d.
Biaya operasi (ongoing cost) dan
biaya perawatan (maintenance cost)
Biaya operasi
adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan sistem supaya sistem
dapat beroperasi, sedangkan biaya perawatan adalah biaya yang dikeluarkan untuk
merawat sistem dalam masa operasinya.
2.3.2 Komponen Manfaat
Manfaat yang
didapat dari teknologi informasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Manfaat mengurangi biaya
b. Manfaat mengurangi
kesalahan-kesalahan
c. Manfaat meningkatkan kecepatan
aktivitas
d. Manfaat meningkatkan perencanaan
dan pengendalian manajemen
Manfaat
teknologi informasi dapat juga diklasifikasikan dalam bentuk :
a.
Keuntungan
berujud (tangible benefits),
Adalah
keuntungan yang berupa penghematan-penghematan atau peningkatan peningkatan, di
dalam perusahaan yang dapat diukur kuantitas dalam bentuk satuan nilai uang.
b.
Keuntungan
tidak berujud (intangible benefits),
Adalah
keuntungan-keuntungan yang sulit atau tidak mungkin diukur dalam bentuk satuan
nilai uang, misalnya seperti kualitas kerja yang lebih baik.
2.4 Studi
Kasus
Studi
Kasus Analisis Biaya Produksi Block Board di PT. Karya
Prima Sentosa Abadi
Analisis biaya
produksi block board dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
struktur biaya yang diperlukan dalam proses produksi block board serta
besarnya keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan. Biaya produksi block
board keseluruhan adalah gabungan dari biaya tetap dan biaya variabel yang
dibutuhkan dalam membuat suatu produk block board. Menurut Halim (2008),
Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya ditentukan oleh banyaknya output
yang akan dihasilkan oleh suatu perusahaan. Biaya tetap adalah biaya yang
jumlahnya tidak tergantung pada jumlah output yang dihasilkan oleh perusahaan
(Horngren 2006). Biaya tetap meliputi depresisasi (biaya penyusutan) dan bunga
modal untuk mesin dan peralatan serta sarana dan prasarana, gaji karyawan
tetap, biaya pemeliharaan dan perbaikan, dan pembebanan lainnya. Biaya variabel
meliputi biaya bahan baku, biaya listrik, biaya bahan penolong, dan upah. Biaya
produksi setiap meter kubik block board dihitung dengan menggunakan rumus
pada persamaan.
BP= Σi (Di+Bi+Pi)+(G+O+T) +Σj Lj
Cj
Q
Q
Di= Mi
Ni
Bi= Mi(Ni+1)
R
2Ni
Keterangan:
BP = Biaya produksi block board (Rp/m3)
Di = Depresiasi barang modal ke-i (Rp/tahun)
Bi = Biaya bunga barang modal ke-i (Rp/tahun)
Pi = Biaya pemeliharaan barang modal ke-i (Rp/tahun)
Mi = Harga beli barang modal ke-i (Rp/unit)
Ni = Umur ekonomis barang modal ke-i (tahun)
G = Gaji tetap tenaga kerja perusahaan (Rp/tahun)
O = Biaya overhead perusahaan (Rp/tahun)
T = Pajak dan pembebanan lainnya (Rp/tahun)
Q = Produksi block board (m3/tahun)
Lj = Input variabel ke-j (unit/m3)
Cj = Harga input variabel ke-j (Rp/unit)4
R = Tingkat suku
bunga pinjaman (%/tahun)
i = Mesinpabrik,bangunan,
peralatan, dan barang inventaris
j= Bahan baku,
bahan penolong dan tenaga kerja langsung.
Analisis Break Even Point (BEP)
Analisis break
even point dilakukan untuk melihat produksi minimum yang harus dihasilkan
sehingga pendapatan yang diperoleh sama dengan biaya yang dikeluarkan (Nugroho
2002). Perhitungan break even point menggunakan rumus pada persamaan:
BEP = FC...
PP – VC
Keterangan:
BEP = Titik impas
produksi block board (m3/tahun)
FC = Biaya tetap
produksi block board (Rp/tahun)
VC = Biaya variabel block
board (Rp/ m3)
PP = Harga produk block
board (Rp/ m3)
Analisis Profitabilitas (ROI)
Analisis
profitabilitas dilakukan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam memperoleh
laba usaha. Kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dinyatakan dalam nilai
ROI. Jika nilai ROI semakin besar, maka laba bersih yang dihasilkan juga akan
semakin besar. Analisis profitabilitas dapat dihitung dengan rumus :
Keterangan :
ROI= NI
X 100%
AV
ROI = kemampuan perusahaan memperoleh laba
(%)
NI = laba bersih perusahaan per tahun
(Rp/tahun)
AV = semua aset atau modal yang dimiliki
perusahaan
Analisis Harga Pokok (AHP)
Analisis harga pokok
dilaksanakan untuk mengetahui perbandingan biaya produksi terhadap kegiatan
usaha yang telah dilaksanakan oleh perusahaan sebagai dasar untuk menentukan
harga jual. Lalu harga pokok dibandingkan dengan harga jual produk perusahaan.
Harga pokok dapat dihitung dengan rumus:
HP = (1+P%)BP
Q
Keterangan :
HP = Harga Pokok block board (Rp/m3)
P% = Persen Keuntungan yang ingin diperoleh
(% /tahun)
Q = Jumlah Produksi yang dihasilkan (m3/tahun)
BP = Total Biaya Produksi (Rp/tahun)
Analisis Biaya
Produksi
Biaya produksi merupakan biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang
dan penyediaan jasa (Hansen dan Mowen 2009). Biaya produksi adalah jumlah dari
seluruh biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi. Biaya produksi terdiri
dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap terdiri dari depresiasi, bunga
modal, pemeliharaan, gaji, dan overhead cost. Biaya produksi dihitung
dalam rencana kegiatan perusahaan berdasarkan jumlah produk yang sudah siap
dijual (Mulyadi 1998) sedangkan biaya variabel terdiri dari biaya bahan baku,
biaya listrik, bahan penolong, dan upah. Jumlah block board yang
diproduksi oleh PT Karya Prima Sentosa Abadi tahun 2016 adalah sebesar 984.40
m3/tahun.
Tabel 2 Presentase
Komponen Biaya Produksi Produk Block Board di PT Karya Prima Sentosa
Abadi tahun 2016
|
Komponen Biaya
|
Block Board
|
||||
|
Rp/tahun
|
Rp/m3
|
%
|
|||
|
Biaya Tetap
|
|||||
|
Depresiasi
|
161 729 864
|
164 293
|
8
|
||
|
Bunga Modal
|
95 220 891
|
96 730
|
5
|
||
|
Pemeliharaan
|
86 400 000
|
87 769
|
4
|
||
|
Gaji
|
153 600 000
|
156 034
|
7
|
||
|
Total Biaya Tetap
|
496 950 755
|
504 826
|
24
|
||
|
Biaya Variabel
|
|||||
|
Bahan Baku
|
396 541 440
|
402 826
|
19
|
||
|
Biaya listrik
|
324 000 000
|
329 134
|
16
|
||
|
Bahan Penolong
|
377 280 000
|
383 259
|
18
|
||
|
Upah
|
468 000 000
|
475 416
|
23
|
||
|
Total Biaya Variabel
|
1 565 821 440
|
1 590 635
|
76
|
||
|
Total Biaya Produksi
|
2 062 772 195
|
2 095 461
|
100
|
||
Biaya produksi yang
dikeluarkan oleh PT Karya Prima Sentosa Abadi pada tahun 2016 sebesar Rp2 062
772 195 yang terdiri dari total biaya tetap sebesar Rp496 950 755 (24%)
dan total biaya variabel sebesar Rp1 565 821 440 (76%) dari total keseluruhan
biaya produksi. Mesin yang diinvestasikan digunakan untuk memproduksi kayu
lapis dan block board sehingga perhitungan menggunakan metode pembobotan
berdasarkan jumlah produksi yaitu 9% untuk produk block board, hal ini
dimaksudkan untuk menghindari double counting dalam menentukan biaya
produksi block board. Biaya produksi terbesar ditemui pada upah sebesar
Rp468 000 000 sebesar 23%. Biaya upah merupakan biaya untuk tenaga kerja tidak
tetap, PT Karya Prima Sentosa Abadi mimiliki 85 tenaga kerja tidak tetap. Hal
ini menunjukkan bahwa jumlah produksi dan tenaga kerjanya tinggi sehingga PT
Karya Prima Sentosa Abadi masih mengandalkan tenaga kerja manusia dibandingkan
menggunakan tenaga mesin dalam mencapai target produksi produk block board. Biaya
besar lainnya terdapat pada bahan baku sebesar 19%, komposisi block board adalah
lumber core sebesar 69%, short core sebesar 24 %, dan face back sebesar
7%. Biaya bahan baku tidak memiliki persentase terbesar dalam proses produksi,
hal ini disebabkan lumber core yang digunakan berasal dari limbah saw
timber pabrik yang berlebih sehingga PT Karya Prima Sentosa Abadi hanya
membeli bahan baku untuk bagian face back dan short core.
Tabel 3 Biaya Produksi
Berdasarkan Tahapan Produksi Block Board di PT Karya Prima Sentosa Abadi
|
Tahapan
|
Total Biaya tiap
Tahapan (Rp/m3)
|
Presentase (%)
|
|
Assembly
|
353 418
|
17
|
|
Rotary Cutting
|
638 247
|
30
|
|
Dry Veneer
|
341 889
|
16
|
|
Gluing
|
408 394
|
19
|
|
Pressing
|
115 960
|
6
|
|
Finishing
|
95 758
|
5
|
|
Administrasi
|
141 603
|
7
|
Tahapan
produksi yang memerlukan biaya terbesar adalah tahapan rotary cutting.
Hal ini terjadi karena pada tahap rotary cutting perusahaan harus
melakukan pembelian bahan baku untuk pembuatan face back dan short
core.
Analisis Harga Pokok
Harga pokok adalah semua biaya yang
dikeluarkan untuk produksi suatu barang atau jasa. Harga adalah sejumlah uang
yang dibebankan atas suatu produk atau jasa atau jumlah dari nilai yang ditukar
konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk jasa
tersebut (Kotler dan Amstrong 2001). Analisis harga pokok diperlukan dalam
menentukan tingkat keuntungan yang ingin dicapai. Harga pokok ditentukan oleh
perusahaan dengan melihat besar target keuntungan yang ditetapkan oleh
perusahaan. Target keuntungan yang ditetapkan PT Karya Prima Sentosa Abadi
untuk block board yaitu sebesar 20% sehingga berdasarkan perhitungan
diperoleh nilai harga pokok block board sebesar Rp2 514 554/m3. Harga ini masih lebih rendah di
bawah harga jual yang ditetapkan perusahaan yaitu Rp3 040 000/m3 sehingga perusahaan memperoleh
keuntungan.
Tabel 4 Analisis Harga
Pokok produk block board PT Karya Prima Sentosa Abadi
|
Komponen
|
Nilai
|
|
Produksi (m3/tahun)
|
984.40
|
|
Biaya Produksi (Rp/m3)
|
2 100 578
|
|
Biaya Tetap (Rp/m3)
|
729 366
|
|
Biaya Variabel (Rp/m3)
|
1 371 212
|
|
Harga Jual (Rp/m3)
|
3 040 000
|
|
Harga Pokok (Rp/m3)
|
2 514 554
|
Analisis
Break Even Point (BEP)
BEP atau titik impas adalah suatu keadaan perusahaan ketika total
penghasilan sama dengan total biaya (Supriyono 2001). BEP adalah tingkat
penjualan di mana laba operasi sama dengan nol (Horngren dan Horrison 2015).
Biaya dalam analisis BEP terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Tabel 2
menunjukkan bahwa total biaya tetap Rp496 950 755 dan total biaya variabel
sebesar Rp1 565 821 440 sedangkan harga jual produk Rp3 040 000. Berdasarkan
tabel 5 diperoleh nilai BEP pada penjualan produk block board pada tahun
2016 sebesar 342.87 m3/tahun. Oleh karena itu, dapat dilihat bahwa produksi
tahun 2016 sebesar 984.40 m3/tahun telah melebihi BEP yang membuat perusahaan
memperoleh keuntungan.
Tabel 5 Analisis BEP
dan ROI Produk Block
Board PT Karya Prima Sentosa Abadi, Lampung
|
Komponen
|
Satuan
|
Jumlah
|
|
Produksi
|
m3/tahun
|
984.40
|
|
Harga Jual
|
m3
|
3 040 000
|
|
Biaya Produksi
|
Rp/tahun
|
2 062 772 195
|
|
Biaya Tetap
|
Rp/tahun
|
496 950 755
|
|
Biaya Tetap
|
Rp/m3
|
504 826
|
|
Biaya Variabel
|
Rp/tahun
|
1,565 821 440
|
|
Biaya Variabel
|
Rp/m3
|
1 590 635
|
|
Investasi
|
Investasi
|
6 568 287 559
|
|
Pendapatan
|
Rp/tahun
|
2 992 576 000
|
|
Keuntungan
|
Rp/tahun
|
929 803 805
|
|
BEP
|
m3/tahun
|
342.87
|
|
ROI
|
%
|
14.2
|
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1.
Analisis manfaat dan biaya digunakan
untuk mengevaluasi penggunaan sumber-sumber ekonomi agar sumber yang langka
tersebut dapat digunakan secara efisien
2.
Biaya produksi adalah
sejumlah pengorbanan ekonomis yang harus dikorbankan untuk memproduksi suatu
barang
3.
Perencanaan laba adalah rencana kerja yang telah
diperhitungkan dengan cermat dan digambarkan secara kuantitatif dalam bentuk
laporan keuangan untuk jangka pendek dan jangka panjang
4.
Biaya operasi adalah
biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan sistem supaya sistem dapat
beroperasi
5.
Target keuntungan yang
ditetapkan PT Karya Prima Sentosa Abadi untuk block board yaitu sebesar
20% sehingga berdasarkan perhitungan diperoleh nilai harga pokok block board
sebesar Rp2 514 554/m3
Amelia L., 2013. Analisis Perhitungan Biaya Produksi
Menggunakan Metode Variabel Costing
PT. Tropica Cocoprima. Jurnal EMBA. (3)1.
Hal: 673-683
Hal: 673-683
Anggriani
L., 2013. Peranan
Analisis Biaya Kualitas Untuk Meningkatkan Kualitas Produk Pada Pt “X” Di
Surabaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. (1)2. Hal: 1-18
Christy O., 2013. Analisis Perhitungan Biaya Produksi
Menggunakan Metode Variable Costing. Jurnal EMBA. (3)1. Hal: 599-605
Darmawan P., 2015. Analisis Biaya Kualitas Pada PT.
Industri Sandang Nusantara Patal Tohpati. Jurnal
ISSN. (1)5.
Render Barry dan
Heizer Jay. Prinsip-Prinsip Manajemen Operasi. Edisi bahasa Indonesia. Salemba
Empat. Jakarta. 2001
Santoso, M. 2015. Analisis Biaya dan Manfaat. Diakses melalui
http://muji_santoso.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/40195/Analisa+Biaya+Manfaat.ppt
Setia, S. 2010. Modul Teknik Analisis Biaya Manfaat. Diakses
melalui http://setia.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/38273/Modul_AnalisisBiayaManfaat.pdf
Sofjan Assauri.
Manajemen Produksi dan Operasi. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Indonesia.
2008
Sumolong
Z., Rotinsulu T., Engka D., 2010. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Produksi Industri Kecil Olahan Ikan Di Kota Manado. Jurnal Manajemen Industri.
(1)2. Hal: 1-17
Suwirno Mawlan dan Johannes Petrus.
2003. Analisis Kelayakan Ekonomis TI Pemesanan Bahan Persediaan Fried Chicken
Berbasis Web Menggunakan Metode Cost Benefit. Fakultas Ekonomi Universitas
Negeri Padang.
Iron Clustering Steel - Titanium Rod - Titanium Games
BalasHapusTitanium Rod - Titanium citizen titanium dive watch Games has the best Iron titanium granite Clustering Steel titanium 3d printer for your gaming needs. With our Iron Clustering Steel sunscreen with titanium dioxide set titanium nose hoop for your gaming needs,