Selasa, 15 Januari 2019

ANALISIS BIAYA DALAM MANAJEMEN INDUSTRI


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Uang yang dikeluarkan untuk melakukan proses produksi-distribusi dan merupakan pengorbanan serta mengurangi profit perusahaan. Untuk itu perlu dilakukannya pengembangan sistem informasi dan pembuatan suatu analisa biaya dan manfaat. Biaya produksi merupakan salah satu bagian dari langkah-langkah intern yang dilakukan perusahaan dalam usaha meningkatkan efisiensi. Pengendalian biaya terutama harus diselaraskan terhadap tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan, salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan adalah memperoleh laba yang maksimal dengan mengeluarkan biaya yang serendah-rendahnya, oleh karena itu dengan mengendalikan biaya produksi perusahaan berharap akan mendapatkan laba yang besar (Santoso, 2015).
Analisis manfaat dan biaya digunakan untuk mengevaluasi penggunaan sumber-sumber ekonomi agar sumber yang langka tersebut dapat digunakan secara efisien. Pemerintah mempunyai banyak program atau proyek yang harus dilaksanakan sedangkan biaya yang tersedia sangat terbatas. Dengan analisis ini pemerintah menjamin penggunaan sumber-sumber ekonomi yang efisien dengan memilih program-program yang memenuhi kriteria efisiensi (Amelia, 2013)
         Pengembangan suatu sistem informasi merupakan suatu investasi seperti halnya investasi proyek lainnya. Investasi berarti dikeluarkannya sumber-sumber daya untuk mendapatkan manfaat dimasa mendatang. Investasi untuk mengembangkan sistem informasi juga membutuhkan sumber-sumber daya. Sebagai hasilnya, sistem informasi akan memberikan manfaat-manfaat yang dapat berupa penghematan-penghematan atau manfaat-manfaat yang baru. Jika manfaat yang diharapkan lebih kecil dari sumber-sumber daya yang dikeluarkan, maka sistem informasi ini dikatakan tidak bernilai atau tidak layak (Darmawan, 2015)
Oleh karena itu, sebelum sistem informasi dikembangkan, maka perlu dihitung kelayakan ekonomisnya. Teknik untuk menilai ini disebut dengan analisis biaya dan manfaat (cost/benefit analysis). Analisis biaya dan mafaat disebut juga dengan analisis biaya/efektivitas (cost/ effectivenss analysis). Keuntungan dari pengembangan sistem informasi tidak semuanya mudah diukur secara langsung dengan nilai uang, seperti misalnya keuntungan pelayanan kepada langganan yang lebih baik. Keuntungan yang sulit diukur langsung dengan nilai uang ini selanjutnya jika ingin ditentukan dalam bentuk nilai uang, maka dapat menaksir efektivitasnya (Setia, 2010).
Biaya produksi adalah sejumlah pengorbanan ekonomis yang harus dikorbankan untuk memproduksi suatu barang. Biaya produksi juga merupakan biaya yang digunakan dalam mengubah bahan baku menjadi barang jadi. Biaya produksi ini biasanya terdiri dari tiga unsur yaitu bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik. Dimana bahan baku langsung adalah semua bahan baku yang membentuk bagian integral dan produk jadi dan dimasukkan secara ekspilit dalam perhitungan biaya produk. Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang melakukan konversi bahan baku langsung menjadi produk jadi dan dapat dibebankan secara layak ke produk tertentu, sedangkan overhead pabrik merupakan semua biaya manufaktur yang tidak ditelusuri secara langsung ke output tertentu. Biaya produksi ini juga merupakan unsur penting dalam perhitungan harga pokok produksi. Harga pokok produksi yang dihasilkan ini bertujuan untuk menetapkan besarnya laba yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode akuntansi (Christy, 2013)
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari analisis biaya?
2.      Bagaimana pengaruh peranan analisis biaya bagi suatu industri?
3.      Apa saja komponen-komponen biaya yang perlu diperhatikan dalam suatu industri?
4.      Bagaimana contoh studi kasus analisis biaya pada suatu industri?
1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari analisis biaya.
2.      Untuk mengetahui pengaruh peranan analisis biaya bagi suatu industri.
3.      Untuk mengetahui komponen-komponen biaya yang perlu diperhatikan dalam suatu industri.
4.      Untuk mengetahui contoh studi kasus yang terdapat pada suatu industri.

BAB II
ISI
2.1 Pengertian Analisis Biaya
Kelayakan adalah suatu peluang usaha baru atau modifikasi usaha untuk menjamin agar pengeluaran modal mencapai tujuan yang diharapkan, atau dengan kata lain suatu penelitian tentang layak atau tidaknya suatu proyek bisnis yang biasanya merupakan proyek investasi itu dilaksanakan. Maksud layak atau tidak layak disini adalah prakiraan bahwa bisnis akan dapat atau tidak mendapatkan keuntungan yang layak bila telah dioperasikan. Analisa yang dilakukan dalam studi bisnis mencakup banyak faktor yang dikerjakan secara menyeluruh, meliputi aspekaspek teknis dan teknologi (Render dan Heizer, 2001).
Analsis Biaya adalah suatu analisa yang menggambarkan bagaimana perubahan biaya variabel, biaya tetap, harga jual, volume penjualan dan bauran penjualan akan mempengaruhi laba perusahaan. Analisis ini merupakan instrumen yang lazim dipakai untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi manajemen untuk pengambilan keputusan, misal dalam menetapkan harga jual produk dan proses informasi biaya yang akan direncanakan. Break Even point dan analisa hubungan biaya-volume-laba merupakan teknik perecanaan laba dalam jangka pendek dengan mendasarkan analisanya pada variabilitas penghasilan penjualan maupun biaya terhadap volume kegiatan sehingga teknik-teknik tersebut akan dapat digunakan dengan baik sebagai alat perencanaan laba dalam jangka pendek (Sofjan Assauri, 2008).
2.2 Peran Analisis Biaya Bagi Industri
2.2.1 Untuk Mengendalikan Biaya
Pengendalian  merupakan  upaya memelihara ketentuan- ketentuan yang telah ditetapkan  agar tidak terjadi penyimpangan dalam operasional.
2.2.2 Untuk Menentukan Keputusan Strategi Harga
Menurut Sumolong dkk (2010) menyatakan bahwa ada dua faktor utama yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan harga, yakni faktor internal perusahaan dan faktor lingkungan eksternal. Faktor internal perusahaan mencakup tujuan pemasaran perusahaan, strategi bauran pemasaran, biaya dan organisasi. Sedangkan faktor lingkungan eksternal meliputi sifat pasar dan permintaan, persaingan, dan unsur-unsur lingkungan lainnya.
2.2.3 Untuk Merencanakan Laba
Menurut Anggriani (2013) menyatakan bahwa Perencanaan merupakan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang di inginkan. Pada  dasarnya  perencanaan  itu  merupakan  fungsi manajemen yang berhubungan dengan pemilihan berbagai alternatif tindakan dan  perumusan  kebijakan.  Suatu  perencanaan  bisa  terealisir  apabila manajemen  berhasil  dalam  menjalankan  perusahaan  yang  diukur  dengan besarnya laba (profitability).
Perencanaan laba (profit planning) sering disebut budget perencanaan (planning budget) atau rencana operasi (plan operation) adalah rencana dari manajemen yang meliputi seluruh tahap dari operasi di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan perusahaan dibagi ke dalam dua jenis rencana yaitu rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan laba adalah rencana kerja  yang telah diperhitungkan dengan cermat dan digambarkan secara kuantitatif dalam bentuk laporan keuangan untuk jangka pendek dan jangka panjang.
2.2.4 Untuk Menghitung Laba/Rugi
Dalam pengertian L aba/Rugi adalah selisih jumlah antara jumlah penerimaan dengan jumlah biaya produksi.
2.3 Komponen Analisis Ekonomi
Teknik untuk menilai kelayakan ekonomis disebut dengan analisis biaya manfaat (Cost benefit analysis). Menurut Sueirno dan Johanes (2003), untuk melakukan Analisis biaya manfaat diperlukan dua komponen yaitu komponen biaya dan komponen manfaat.
2.3.1 Komponen Biaya
Biaya yang berhubungan dengan pengembangan sistem informasi dapat diklasifikasikan ke dalam 4 katagori utama, yaitu :
a.    Biaya pengadaan (procurement cost)
Adalah semua biaya yang terjadi sehubungan dengan memperoleh perangkat keras.yang temasuk biaya pengadaan diantaranya adalah :
1. Biaya konsultasi pengadaan perangkat keras
2. Biaya pembelian atau sewa beli (leasing) perangkat keras
3. Biaya instalasi perangkat keras
4. Biaya ruangan untuk perangkat keras (perbaikan ruangan, pemasangan AC)
5. Biaya modal untuk pengadaan perangkat keras
6. Biaya yang berhubungan dengan manajemen dan satff untuk pengadaaperangkat keras
b. Biaya persiapan operasi (start-up cost)
Adalah semua biaya untuk membuat sistem siap untuk dioperasikan.yang termasuk biaya persiapan diantaranya adalah :
1. Biaya pembelian perangkat lunak sistem
2. Biaya instalasi peralatan komunikasi (misal sambungan telpon)
3. Biaya persiapan personil
4. Biaya reorganisasi
5. Baiaya manajemen staff yang dibutuhkan dalam kegiatan persiapan operasi.
c. Biaya proyek (project-related cost)
Adalah semua biaya untuk mengembangkan sistem termasuk penerapannya.yang termasuk biaya proyek diantaranya :
1. Biaya dalam tahap analisis sistem
2. Biaya dalam tahap disain sistem
3. Biaya dalam tahap penerapan sistem
d. Biaya operasi (ongoing cost) dan biaya perawatan (maintenance cost)
Biaya operasi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan sistem supaya sistem dapat beroperasi, sedangkan biaya perawatan adalah biaya yang dikeluarkan untuk merawat sistem dalam masa operasinya.
2.3.2  Komponen Manfaat
Manfaat yang didapat dari teknologi informasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Manfaat mengurangi biaya
b. Manfaat mengurangi kesalahan-kesalahan
c. Manfaat meningkatkan kecepatan aktivitas
d. Manfaat meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen
Manfaat teknologi informasi dapat juga diklasifikasikan dalam bentuk :
a.    Keuntungan berujud (tangible benefits),
Adalah keuntungan yang berupa penghematan-penghematan atau peningkatan peningkatan, di dalam perusahaan yang dapat diukur kuantitas dalam bentuk satuan nilai uang.
b.   Keuntungan tidak berujud (intangible benefits),
Adalah keuntungan-keuntungan yang sulit atau tidak mungkin diukur dalam bentuk satuan nilai uang, misalnya seperti kualitas kerja yang lebih baik.
2.4 Studi Kasus
Studi Kasus Analisis Biaya Produksi Block Board di PT. Karya Prima Sentosa Abadi
Analisis biaya produksi block board dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur biaya yang diperlukan dalam proses produksi block board serta besarnya keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan. Biaya produksi block board keseluruhan adalah gabungan dari biaya tetap dan biaya variabel yang dibutuhkan dalam membuat suatu produk block board. Menurut Halim (2008), Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya ditentukan oleh banyaknya output yang akan dihasilkan oleh suatu perusahaan. Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak tergantung pada jumlah output yang dihasilkan oleh perusahaan (Horngren 2006). Biaya tetap meliputi depresisasi (biaya penyusutan) dan bunga modal untuk mesin dan peralatan serta sarana dan prasarana, gaji karyawan tetap, biaya pemeliharaan dan perbaikan, dan pembebanan lainnya. Biaya variabel meliputi biaya bahan baku, biaya listrik, biaya bahan penolong, dan upah. Biaya produksi setiap meter kubik block board dihitung dengan menggunakan rumus pada persamaan.
BP= Σi (Di+Bi+Pi)+(G+O+T) +Σj Lj Cj
                    Q                Q
Di= Mi
         Ni
Bi= Mi(Ni+1)  R
            2Ni
Keterangan:
BP = Biaya produksi block board (Rp/m3)
Di = Depresiasi barang modal ke-i (Rp/tahun)
Bi = Biaya bunga barang modal ke-i (Rp/tahun)
Pi = Biaya pemeliharaan barang modal ke-i (Rp/tahun)
Mi = Harga beli barang modal ke-i (Rp/unit)
Ni = Umur ekonomis barang modal ke-i (tahun)
G = Gaji tetap tenaga kerja perusahaan (Rp/tahun)
O = Biaya overhead perusahaan (Rp/tahun)
T = Pajak dan pembebanan lainnya (Rp/tahun)
Q = Produksi block board (m3/tahun)
Lj = Input variabel ke-j (unit/m3)
Cj = Harga input variabel ke-j (Rp/unit)4
R = Tingkat suku bunga pinjaman (%/tahun)
i = Mesinpabrik,bangunan, peralatan, dan barang inventaris
j= Bahan baku, bahan penolong dan tenaga kerja langsung.
Analisis Break Even Point (BEP)
            Analisis break even point dilakukan untuk melihat produksi minimum yang harus dihasilkan sehingga pendapatan yang diperoleh sama dengan biaya yang dikeluarkan (Nugroho 2002). Perhitungan break even point menggunakan rumus pada persamaan:
BEP =        FC...          
PP – VC
Keterangan:
BEP = Titik impas produksi block board (m3/tahun)
FC = Biaya tetap produksi block board (Rp/tahun)
VC = Biaya variabel block board (Rp/ m3)
PP = Harga produk block board (Rp/ m3)
Analisis Profitabilitas (ROI)
            Analisis profitabilitas dilakukan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba usaha. Kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dinyatakan dalam nilai ROI. Jika nilai ROI semakin besar, maka laba bersih yang dihasilkan juga akan semakin besar. Analisis profitabilitas dapat dihitung dengan rumus :
Keterangan :
ROI=    NI   X 100%
AV

ROI = kemampuan perusahaan memperoleh laba (%)
NI = laba bersih perusahaan per tahun (Rp/tahun)
AV = semua aset atau modal yang dimiliki perusahaan
Analisis Harga Pokok (AHP)
            Analisis harga pokok dilaksanakan untuk mengetahui perbandingan biaya produksi terhadap kegiatan usaha yang telah dilaksanakan oleh perusahaan sebagai dasar untuk menentukan harga jual. Lalu harga pokok dibandingkan dengan harga jual produk perusahaan. Harga pokok dapat dihitung dengan rumus:
HP = (1+P%)BP
                Q
Keterangan :
HP = Harga Pokok block board (Rp/m3)
P% = Persen Keuntungan yang ingin diperoleh (% /tahun)
Q = Jumlah Produksi yang dihasilkan (m3/tahun)
BP = Total Biaya Produksi (Rp/tahun)
Analisis Biaya Produksi
            Biaya produksi merupakan biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan jasa (Hansen dan Mowen 2009). Biaya produksi adalah jumlah dari seluruh biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi. Biaya produksi terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap terdiri dari depresiasi, bunga modal, pemeliharaan, gaji, dan overhead cost. Biaya produksi dihitung dalam rencana kegiatan perusahaan berdasarkan jumlah produk yang sudah siap dijual (Mulyadi 1998) sedangkan biaya variabel terdiri dari biaya bahan baku, biaya listrik, bahan penolong, dan upah. Jumlah block board yang diproduksi oleh PT Karya Prima Sentosa Abadi tahun 2016 adalah sebesar 984.40 m3/tahun.
Tabel 2 Presentase Komponen Biaya Produksi Produk Block Board di PT Karya Prima Sentosa Abadi tahun 2016
Komponen Biaya
Block Board
Rp/tahun
Rp/m3
%
Biaya Tetap
Depresiasi
161 729 864
164 293
8
Bunga Modal
95 220 891
96 730
5
Pemeliharaan
86 400 000
87 769
4
Gaji
153 600 000
156 034
7
Total Biaya Tetap
496 950 755
504 826
24
Biaya Variabel
Bahan Baku
396 541 440
402 826
19
Biaya listrik
324 000 000
329 134
16
Bahan Penolong
377 280 000
383 259
18
Upah
468 000 000
475 416
23
Total Biaya Variabel
1 565 821 440
1 590 635
76
Total Biaya Produksi
2 062 772 195
2 095 461
100







            Biaya produksi yang dikeluarkan oleh PT Karya Prima Sentosa Abadi pada tahun 2016 sebesar Rp2 062 772 195 yang terdiri dari total biaya tetap sebesar Rp496 950 755 (24%) dan total biaya variabel sebesar Rp1 565 821 440 (76%) dari total keseluruhan biaya produksi. Mesin yang diinvestasikan digunakan untuk memproduksi kayu lapis dan block board sehingga perhitungan menggunakan metode pembobotan berdasarkan jumlah produksi yaitu 9% untuk produk block board, hal ini dimaksudkan untuk menghindari double counting dalam menentukan biaya produksi block board. Biaya produksi terbesar ditemui pada upah sebesar Rp468 000 000 sebesar 23%. Biaya upah merupakan biaya untuk tenaga kerja tidak tetap, PT Karya Prima Sentosa Abadi mimiliki 85 tenaga kerja tidak tetap. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah produksi dan tenaga kerjanya tinggi sehingga PT Karya Prima Sentosa Abadi masih mengandalkan tenaga kerja manusia dibandingkan menggunakan tenaga mesin dalam mencapai target produksi produk block board. Biaya besar lainnya terdapat pada bahan baku sebesar 19%, komposisi block board adalah lumber core sebesar 69%, short core sebesar 24 %, dan face back sebesar 7%. Biaya bahan baku tidak memiliki persentase terbesar dalam proses produksi, hal ini disebabkan lumber core yang digunakan berasal dari limbah saw timber pabrik yang berlebih sehingga PT Karya Prima Sentosa Abadi hanya membeli bahan baku untuk bagian face back dan short core.
Tabel 3 Biaya Produksi Berdasarkan Tahapan Produksi Block Board di PT Karya Prima Sentosa Abadi
Tahapan
Total Biaya tiap Tahapan (Rp/m3)
Presentase (%)
Assembly
353 418
17
Rotary Cutting
638 247
30
Dry Veneer
341 889
16
Gluing
408 394
19
Pressing
115 960
6
Finishing
95 758
5
Administrasi
141 603
7
Tahapan produksi yang memerlukan biaya terbesar adalah tahapan rotary cutting. Hal ini terjadi karena pada tahap rotary cutting perusahaan harus melakukan pembelian bahan baku untuk pembuatan face back dan short core.
Analisis Harga Pokok
            Harga pokok adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk produksi suatu barang atau jasa. Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk jasa tersebut (Kotler dan Amstrong 2001). Analisis harga pokok diperlukan dalam menentukan tingkat keuntungan yang ingin dicapai. Harga pokok ditentukan oleh perusahaan dengan melihat besar target keuntungan yang ditetapkan oleh perusahaan. Target keuntungan yang ditetapkan PT Karya Prima Sentosa Abadi untuk block board yaitu sebesar 20% sehingga berdasarkan perhitungan diperoleh nilai harga pokok block board sebesar Rp2 514 554/m3. Harga ini masih lebih rendah di bawah harga jual yang ditetapkan perusahaan yaitu Rp3 040 000/m3 sehingga perusahaan memperoleh keuntungan.
Tabel 4 Analisis Harga Pokok produk block board PT Karya Prima Sentosa Abadi
 Komponen
Nilai
Produksi (m3/tahun)
984.40
Biaya Produksi (Rp/m3)
2 100 578
Biaya Tetap (Rp/m3)
729 366
Biaya Variabel (Rp/m3)
1 371 212
Harga Jual (Rp/m3)
3 040 000
Harga Pokok (Rp/m3)
2 514 554

Analisis Break Even Point (BEP)
            BEP atau titik impas adalah suatu keadaan perusahaan ketika total penghasilan sama dengan total biaya (Supriyono 2001). BEP adalah tingkat penjualan di mana laba operasi sama dengan nol (Horngren dan Horrison 2015). Biaya dalam analisis BEP terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Tabel 2 menunjukkan bahwa total biaya tetap Rp496 950 755 dan total biaya variabel sebesar Rp1 565 821 440 sedangkan harga jual produk Rp3 040 000. Berdasarkan tabel 5 diperoleh nilai BEP pada penjualan produk block board pada tahun 2016 sebesar 342.87 m3/tahun. Oleh karena itu, dapat dilihat bahwa produksi tahun 2016 sebesar 984.40 m3/tahun telah melebihi BEP yang membuat perusahaan memperoleh keuntungan.

Tabel 5 Analisis BEP dan ROI  Produk Block Board PT Karya Prima Sentosa Abadi, Lampung
Komponen
Satuan
Jumlah
Produksi
m3/tahun
984.40
Harga Jual
m3
3 040 000
Biaya Produksi
Rp/tahun
2 062 772 195
Biaya Tetap
Rp/tahun
496 950 755
Biaya Tetap
Rp/m3
504 826
Biaya Variabel
Rp/tahun
1,565 821 440
Biaya Variabel
Rp/m3
1 590 635
Investasi
Investasi
6 568 287 559
Pendapatan
Rp/tahun
2 992 576 000
Keuntungan
Rp/tahun
929 803 805
BEP
m3/tahun
342.87
ROI
%
14.2







KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1.      Analisis manfaat dan biaya digunakan untuk mengevaluasi penggunaan sumber-sumber ekonomi agar sumber yang langka tersebut dapat digunakan secara efisien
2.      Biaya produksi adalah sejumlah pengorbanan ekonomis yang harus dikorbankan untuk memproduksi suatu barang
3.      Perencanaan laba adalah rencana kerja  yang telah diperhitungkan dengan cermat dan digambarkan secara kuantitatif dalam bentuk laporan keuangan untuk jangka pendek dan jangka panjang
4.      Biaya operasi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan sistem supaya sistem dapat beroperasi
5.      Target keuntungan yang ditetapkan PT Karya Prima Sentosa Abadi untuk block board yaitu sebesar 20% sehingga berdasarkan perhitungan diperoleh nilai harga pokok block board sebesar Rp2 514 554/m3

           











DAFTAR PUSTAKA
Amelia L., 2013. Analisis Perhitungan Biaya Produksi Menggunakan Metode Variabel Costing PT. Tropica Cocoprima. Jurnal EMBA. (3)1.
Hal: 673-683
Anggriani L., 2013. Peranan Analisis Biaya Kualitas Untuk Meningkatkan Kualitas Produk Pada Pt “X” Di Surabaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. (1)2. Hal: 1-18
Christy O., 2013. Analisis Perhitungan Biaya Produksi Menggunakan Metode Variable Costing. Jurnal EMBA. (3)1. Hal: 599-605
Darmawan P., 2015. Analisis Biaya Kualitas Pada PT. Industri Sandang Nusantara Patal Tohpati. Jurnal ISSN. (1)5.
Render Barry dan Heizer Jay. Prinsip-Prinsip Manajemen Operasi. Edisi bahasa Indonesia. Salemba Empat. Jakarta. 2001
Santoso, M. 2015. Analisis Biaya dan Manfaat. Diakses melalui http://muji_santoso.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/40195/Analisa+Biaya+Manfaat.ppt
Setia, S. 2010. Modul Teknik Analisis Biaya Manfaat. Diakses melalui http://setia.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/38273/Modul_AnalisisBiayaManfaat.pdf
Sofjan Assauri. Manajemen Produksi dan Operasi. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Indonesia. 2008
Sumolong Z., Rotinsulu T., Engka D., 2010. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Industri Kecil Olahan Ikan Di Kota Manado. Jurnal Manajemen Industri. (1)2. Hal: 1-17
Suwirno Mawlan dan Johannes Petrus. 2003. Analisis Kelayakan Ekonomis TI Pemesanan Bahan Persediaan Fried Chicken Berbasis Web Menggunakan Metode Cost Benefit. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang.



1 komentar:

  1. Iron Clustering Steel - Titanium Rod - Titanium Games
    Titanium Rod - Titanium citizen titanium dive watch Games has the best Iron titanium granite Clustering Steel titanium 3d printer for your gaming needs. With our Iron Clustering Steel sunscreen with titanium dioxide set titanium nose hoop for your gaming needs,

    BalasHapus